Category Archives: Keluarga

Beberapa cara mengetahui bahwa pasangan anda benar menyayangi anda

Siapa sih disini yang sudah memiliki pasangan ? Sudah berapa lama kah bejalan ,dan apakah selalu lancar dalam hubungan tersebut ?  Hampir sebagian  besar  nya orang  –  orang  pernah memiliki  pasangan  , bahkan  rasa suka yang  timbul  secara tiba –  tiba pada diri  juga akan  selalu  ada . Akan  tetapi  kita tidak  dapat memprediksi apakah hubungan tersebut nantinya bakal berjalan dengan mulus atau  bahkan  akan  ada nya banyaj  sekali  rintangan dan ojuga halangan di  depan mata.

Banyak  sekali  orang  –  orang  yang  merasa dirinya akan lengkap jika memiliki  pasangan , ada juga yang  berfikiran  bahwa pasanagan adalah  tempat  yang  cocok  dan  tepat  untuk  berbagi  keluh  kesah  yang  dirasakan  saat  ini  dan  juga orang  yang  paling  tepat  dalam  mendapatkan  dukungan , dan  juga ada yang menganggap  pasangan  teman  hidup  hinggah  pada jejang yang  lebih  serius.

Jadi  banyak sekali orang – orang yang memiliki pendapat yang berbeda pada setiap pasanganya , akan tetapi pasti banyak sekali orang yang ingin sekali  memiliki hubungannya yang langgeng atau pun berjalan lancar tanpa banyaknya rintangan atau  pun  halangan ,

Tapi  apakah  kalian  tahu  hal  tersebut  dapat  kita atasi  dengan  sifat  serta sikap  dari  diri sendiri  atau pun  pasangan  kita agar  dapat  menurunkan  egois masing – masing serta dengan  saling mengalah satu sama lain , dan juga yang paling penting dalam setiap hubungan adalah salaing mengerti dan juga percaya  satu sama lain untuk terjauhi dari banyaknya masalah yang datang .

Lalu  bagaimana sih  agar  kita dapat  menyikapi  dan  tahu  apakah  pasangan  kita saat  ini  benar  sayang  terhadap  kita atau  tidak  ? Mungkin  banyak  sekali  orang  –  orang  yang  bertabya cara melihat  apakah  benar  pasanagan  saat  ini  sayang dan  cinta pada kita , apalagi  orang  yang  sudah  mulai  mendekati suatu  hal  yang  masuk  kedalam  hubungan  yang  lebih  serius atau  pun  jenjang  yang  lebih  serius , nah  ini  bebearapa cara yang  dapat  kalian  lakukan  :

  • Lihatlah pada setiap harinya bagaimana cara pasangan anda menyikapi anda , apakah normal atau mala terlihat sanagt biasa saja
  • Coba lah tes kesabaran , perhatian dan juga bagaimana kasih sayang dia terhadap anda jika kalian penasaran
  • Tanyakan secara langsung bagaimana perasaan dia terhadap anda
  • Apa saja pengorbanan yang tekah ia berikan kepada anda ?

Tidak Ada Keluarga Yang Sempurna Jadi Bersyukurlah Dengan Apapun Itu Di Keluargamu

Sering kita merasa bahwa keluarga kita menyebalkan. Entah itu ayah, ibu, kakak atau adik. ada-ada saja yang menyebalkan. Tapi itulah keluarga. Tidak ada yang sempurna. Tidak ada yang semua baik. Pasti ada plus minus. Jadi jika ada salah satu anggota keluarga kalian yang menyebalkan, ada salah satu anggota keluarga yang rese, ya kalian harus terima. Karena bagaimanapun itu keluargamu. Kalian satu darah. Dan begitupun sebaliknya. Mereka pun menerima kita mau baik atau buruk keadaan kita. 

Tidak Ada Keluarga Yang Sempurna Jadi Bersyukurlah Dengan Apapun Itu Di Keluargamu

Di setiap keluarga pasti akan ada minusnya. Entah seharmonis apapun keluarga orang. Mungkin kita bisa lihat keluarga beberapa orang, entah teman kita, atau selebriti. Yang keluarganya rasanya begitu harmonis. Dan rasanya itu adalah family goals. Dan kita lihat mereka sangat sayang satu sama lain, mereka sangat memperhatikan satu sama lain. Seperti semua nya berjalan lancar. Berbeda banget dengan keluarga kita. Yang rasanya ada-ada saja masalah. Rasanya keluarga kita sangat bertolak belakang dengan keluarga harmonis tersebut. Dan merasa tidak adil. Dan kadang kita merasa iri. 

Tapi tanpa kita ketahui, mau keluarga itu tampak bahagia bagaimanapun, pasti ada-ada saja masalah yang ada di dalamnya. Namanya keluarga, mereka tidak mungkin memperlihatkan masalah keluarga keluar atau ke publik. Pasti mereka akan menunjukkan yang paling baik. Mereka akan menunjukkan sisi baik dari keluarga mereka. Sehingga jangan merasa betapa beruntungnya orang lain memiliki keluarga harmonis, dan kita memiliki keluarga yang seperti ini. Jauhkan pemikiran seperti itu. Karena setiap keluarga ada-ada saja masalahnya. 

Dan mau seburuk apapun keluarga kita. Mau semenyebalkan apa keluarga kita, ya itu tetap keluarga kita. Mereka tetap sedarah dengan kita, mereka akan selalu menjadi tempat untuk kita pulang. Mau sejauh apapun kita berjalan, ujung-ujungnya keluarga akan menjadi tempat untuk kita pulang. Keluarga akan menjadi tempat untuk kita beristirahat. Keluarga akan menjadi tempat kita melepas segala beban kita.

Kenapa Anak Pertama Itu Dingin Dan Memiliki Mental Yang Kuat

Pada umumnya seperti yang kita ketahui bahwa anak pertama itu pada umumnya mereka memiliki mental yang kuat. Mereka juga dingin, yang stay cool. Sehingga rasanya anak pertama itu itu ada kharisma tersendiri. Sehingga anak pertama sering dibilang paling galak oleh adik-adiknya. Dibilang kakak pertama itu selalu paling galak atau tegas. Sehingga saat ada adik-adiknya yang berbuat salah, dan orang tua capek nasehatin, dan biasanya mama. Mama capek bilangin, atau marahin si adik karena nakal. Jurus si mama adalah, mama bilang ke kayak loh. 

Kenapa Anak Pertama Itu Dingin Dan Memiliki Mental Yang Kuat

Dan kita seketika takut. Karena kakak pertama rasanya galak. Dan kadang kita adik-adik lebih takut kakak pertama dibanding orang tua. Pada umumnya ada perasaan seperti itu. Sehingga saat orang tua sudah lepas tangan mengurus anak, karena bandel, kakak pertama lah yang akan turun tangan dan mengurus adik-adiknya. Dan itu rasanya sangat menakutkan. Seperti deg-degan dan ada perasaan takut yang berbeda kalau kakak pertama sampai turun tangan dan menghukum kita. 

Wajar saja. Karena sebagai anak pertama, secara tidak langsung akan ada pemikiran dimana mereka harus kuat dan mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya. Sehingga dia harus kuat. Dia harus bisa. Harus serba bisa. Karena orang tua akan mengandalkan dia untuk menjaga adik-adiknya. Sehingga dia akan selalu menunjukkan sisi kuatnya kepada adik-adiknya. Walaupun kadang dia sedang sedih, atau dia sendiri takut. Tapi dia akan lawan semua itu, dia akan menutupi semua perasaan itu dan akan menunjukkan kalau dia kuat. Dia akan melindungi kita adik-adiknya. 

Karena mereka berpikir kalau mereka menunjukkan sisi lemah mereka, merak lembek sedikit, nanti adik-adiknya akan ragu bahwa dia bisa menjaga adiknya. Dan dia tidak ingin itu terjadi. Tidak ingin adiknya khawatir akan itu. Dan orang tua pun mendidiknya juga sangat keras. Karena orang tua mendidiknya untuk bisa memiliki mental yang kuat, hati yang kuat, karena dia kakak tertua, dia yang akan menggantikan orang tuanya menjaga adik-adiknya, jika orang tuanya tidak ada. 

Semua Keluarga Pasti Memiliki Masalah Yang Akan DItutupi Rapat Di Dalam Rumah

Disaat orang-orang berpikir bahwa keluarga kita baik-baik saja, keluarga kita harmonis, keluarga kita bahagia, bahkan ada yang menjadikan family goals. Tapi tidak selamanya apa yang dipikirkan orang, seindah, sesuai dengan apa yang kelihatannya. Semua orang pasti ingin menunjukkan sisi terbaiknya. Apalagi pada khalayak orang saudara, teman, dan lainnya. Mereka akan melakukan yang terbaik, akan menunjukkan yang paling baik.

Semua Keluarga Pasti Memiliki Masalah Yang Akan DItutupi Rapat Di Dalam Rumah

Itu dilakukan oleh semua orang. Itu dilakukan oleh orang-orang yang tulus dalam menjalankan perannya dalam keluarga. Itu adalah sikap yang dimana tidak semua orang memilikinya. Tidak semua orang bisa punya pemikiran seperti itu. Sehingga jarang ada orang yang bisa dengan dewasa melakukan hal seperti itu. Karena itu sulit dilakukan. Berusaha tampak baik saat tidak baik-baik saja. Berusaha menunjukkan sisi baik, saat sedang diterpa masalah. Mencari sisi baik dari masalah tersebut, dan menunjukkan ke orang-orang bahwa mereka baik-baik saja. Mereka aman, dan nyaman. 

Dan sebagian besar orang bisa melakukan seperti itu ya kepada keluarga sendiri. Saat berhubungan dengan keluarga, mereka akan bersikap seperti itu. Menjaga, dan melindungi mereka. Menjaga nama baik mereka, menjaga pandangan orang akan anggota keluarganya. Mereka akan saling melindungi satu sama lain. Bukan saling menjatuhkan mereka akan menjaga satu sama lain. Sebenci-bencinya mereka, semarah-marahnya mereka, mereka akan terus menjaga satu sama lain. Dan itu yang dilakukan oleh sebuah keluarga. Yang benar-benar keluarga. Yang tulus.

Karena ada juga keluarga yang dimana mereka tidak segan saling menjatuhkan satu sama lain, hanya karena harta dan tahta. Hanya untuk mendapat perhatian lebih dari orang-orang. Dan mendapatkan rasa simpati dan empati dari orang-orang. Dan ini juga banyak terjadi di sekitar kita. Bahkan mungkin ada saudara kalian atau kalian sendiri yang melakukannya. Jadi tidak ada kata keluarga harmonis bebas dari segala tantangan dan percobaan di dalamnya. Semua keluarga memiliki masalahnya masing-masing, yang kita tidak tahu. Dan mereka tidak tunjukkan. Dari situ kita bisa belajar, sekuat apa ikatan batin mereka satu sama lain. 

Tahap Yang Benar Setelah Mengalami Perceraian Dalam Hubungan


Menyedihkan, tetapi faktanya perempuan cenderung menerima label negatif dari masyarakat ketika menjadi janda. Faktanya, keputusan untuk bercerai dapat menjadi yang terbaik untuk kesehatan dan kesehatan mental Anda sendiri. Karena hidup tidak akan pernah sama, penting untuk memprioritaskan perasaan wanita setelah perceraian agar tetap stabil. Hal penting pertama yang harus dilakukan adalah memvalidasi emosi dan perasaan. Jangan menghindari atau menyangkal perasaan Anda.

Bagaimana mengatur kehidupan setelah perceraian?

Keputusan untuk bercerai tentu membawa perubahan yang signifikan. Perasaan seorang wanita setelah bercerai seperti roller coaster, bisa naik turun secara drastis. Kebiasaan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tiba-tiba harus diubah. Bagaimana Anda menghadapi kehidupan setelah perceraian?

Membangun Kecerdasan Emosional

Pertama-tama, terimalah emosi dan perasaan yang muncul. Itulah mengapa perlu untuk tetap positif. Jangan menekan atau menyembunyikan perasaan Anda hanya karena itu membuat Anda sulit. Faktanya, dari emosi dan perasaan yang berbeda inilah seseorang dapat berkembang. Ada pelajaran yang bisa dipetik.

Bergabunglah dengan grup

Ada banyak kelompok pendukung untuk wanita setelah perceraian atau orang tua tunggal. Membuat koneksi dengan orang baru dan berada dalam situasi yang sama dapat membantu untuk lebih memahami situasi. Selain support group, Anda juga bisa bertemu dengan group yang bertemu dengan terapis secara rutin. Ini dapat membantu Anda menjadi orang yang dapat Anda ajak bicara sehingga Anda tidak merasa terlalu cemas.

Fokus pada cinta diri

Setelah Anda membuat keputusan berani untuk bercerai, inilah saatnya untuk fokus mencintai diri sendiri. Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk melihat diri sendiri lagi dan memenuhi kebutuhan. Karena yang terpenting saat ini adalah sehat jasmani dan rohani. Khususnya bagi wanita yang terjebak dalam pernikahan yang beracun atau penuh kekerasan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk pulih. Anda juga dapat mencoba berdamai dengan diri sendiri dengan membuat jurnal.

Buat Beberapa Tujuan

Jika Anda pindah ke fase kehidupan baru setelah perceraian, tidak apa-apa untuk menetapkan beberapa tujuan. Tapi jangan berlebihan, itu pasti menjadi beban. Tentukan apa tujuan hidup. Misalnya, pikirkan tentang pekerjaan yang Anda lakukan, mencoba hobi baru, atau menambah keterampilan yang membuat Anda merasa lebih berguna. Sesuaikan target dengan keadaan Anda sendiri.

Berkomunikasi dengan Anak

Bagi mereka yang bercerai dengan pasangan dan anak-anak, jangan lupa memberitahu mereka apa yang telah terjadi. Selancar apapun proses perceraian akan berdampak besar bagi anak-anak. Jangan pernah marah pada mantan suamimu dan jangan pernah membebaninya di depan anak-anakmu. Beri mereka wawasan tentang proses yang sedang berlangsung. Tekankan bahwa kondisi ini tidak akan mengurangi rasa sayang dan cinta mereka.

Pahami Tanda – Tanda Hubungan Pasangan Yang Sehat


Hubungan sosial berupa hubungan yang sehat memberikan dampak yang besar terhadap aspek fisik dan mental seseorang. Menariknya, ada penelitian yang mengatakan bahwa orang dengan hubungan yang stabil memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. Namun, sangat subjektif untuk menilai apakah suatu hubungan itu sehat atau tidak. Tidak ada hubungan yang sempurna. Namun satu hal yang pasti, hubungan yang sehat harus saling mengusahakannya.

Tanda dari hubungan sehat

Sangat mudah untuk menyalahkan hubungan untuk situasi yang kurang ideal, seperti pertengkaran yang sering terjadi, ketidakjujuran, dan sebagainya. Di sisi lain, membahas aspek-aspek yang berkontribusi pada hubungan yang baik tidak kalah pentingnya. Untuk memulainya, kenali beberapa tanda hubungan yang sehat, seperti:

Saling percaya

Tanpa kepercayaan, tidak mungkin membangun hubungan yang sehat. Kondisi ini erat kaitannya dengan pengalaman menjalani kontak sosial di awal kehidupan.

Komunikasi

Salah satu elemen terpenting dalam sebuah hubungan adalah komunikasi. Keterbukaan antara kedua belah pihak juga menjadi dasar untuk membangun kepercayaan. Ketika komunikasi lancar dan dua arah, semuanya menjadi lebih lancar. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang lancar ini akan membentuk hubungan yang sehat.

Jujur

Setiap orang memiliki tingkat keterbukaan dan keterbukaan diri yang berbeda-beda. Tanda hubungan yang sehat adalah Anda tidak perlu berubah untuk menunjukkan kepada pasangan Anda orang yang berbeda. Disinilah kejujuran dibutuhkan.

Ada batasan yang jelas

Bahkan jika Anda terbuka satu sama lain, itu tidak berarti semua orang dalam suatu hubungan harus memberi tahu Anda segalanya. Setiap orang berhak atas ruang dan privasinya sendiri. Hal-hal yang harus Anda bagikan dengan mudah, seperti harapan, ketakutan, atau emosi yang Anda rasakan.

Idealnya, hubungan yang sehat dapat memenuhi kebutuhan ini. Seiring waktu, kasih sayang akan mengembangkan ikatan. Namun ingat bahwa tidak ada aturan yang jelas tentang seberapa besar cinta yang harus Anda berikan kepada pasangan. Kuncinya adalah memiliki cukup.

Tentu saja, mewujudkan tanda-tanda hubungan yang sehat di atas tidaklah mudah. Bahkan, itu bisa sangat sulit. Namun dengan komitmen kedua belah pihak tentunya bisa terus berlanjut. Last but not least, akui ketika masalah muncul dan mulai mengganggu Anda. Jika masalahnya bersifat sementara, cobalah mencari solusi bersama.

Tanamkan Rasa Sayang Dengan Diri Sendiri Pada Anak


Kita harus mengajari diri kita sendiri sejak usia dini untuk mencintai diri kita sendiri. Mengapa? Penyebabnya tentu banyak, sehingga tidak bisa dirinci satu per satu. Intinya begitu rasa sayang sudah tumbuh, pikiran untuk peduli juga akan semakin kuat.

Penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa remaja yang sering terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan dan penyalahgunaan, seperti narkoba dan lain-lain, memiliki faktor yang berhubungan dengan cinta diri.

Mereka memiliki sedikit kasih sayang atau Anda bahkan bisa mengatakan bahwa mereka mengembangkan kebencian atau penolakan terhadap diri mereka sendiri. Masuk akal, tentu saja, bahwa jika seorang anak membenci atau menolaknya, mereka akan rentan terhadap bahaya. Oleh karena itu, kita harus menumbuhkan kesadaran diri sejak dini.

Bagaimana Anda mencintai diri sendiri dan bagaimana Anda mempelajarinya?

Sebenarnya ada dua cara untuk mencintai diri sendiri. Salah satunya adalah cara positif dan inilah yang kami lakukan. Sedangkan cara yang kedua adalah cara negatif, yaitu sifat-sifat bawaan (manusia) yang perlu dikurangi atau dilestarikan agar tidak berlebihan atau merusak seperti sifat mementingkan diri sendiri (egois), sombong, keras kepala, dan sebagainya.

Sekali lagi, yang perlu kita latih adalah cinta diri yang positif dan kita perlu fokus pada tujuan yang positif. Bentuknya antara lain memaafkan diri sendiri. Mungkin si kecil melakukan kesalahan yang tidak ingin dia lakukan dan membuatnya terus membencinya. Ketika itu terjadi, sudah saatnya kita belajar memaafkan diri sendiri. Tetapi tujuannya adalah untuk mengevaluasi ke arah yang lebih maju (evaluasi konstruktif). Maaf jangan lupa.

Bentuk lain dari mencintai diri sendiri adalah belajar menerima diri sendiri apa adanya, tetapi tujuannya adalah untuk bersyukur, yaitu mengembangkan kekuatan dan mengatasi kelemahan.

Jangan menganggapnya apa adanya, terutama untuk “gel”. Cara ini malah kurang mampu membantu orang untuk maju. Belajarlah untuk menerima diri Anda apa adanya, tetapi berusahalah untuk perbaikan dan peningkatan.
Memperkenalkan si kecil pada hidup sehat, mulai tidur, membaca, makan yang benar dan olahraga merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan agar anak terlatih untuk menjaga diri, baik jasmani maupun rohani. Semoga kita bisa menjalankannya.