Category Archives: Keluarga

Pahami Tanda – Tanda Hubungan Pasangan Yang Sehat


Hubungan sosial berupa hubungan yang sehat memberikan dampak yang besar terhadap aspek fisik dan mental seseorang. Menariknya, ada penelitian yang mengatakan bahwa orang dengan hubungan yang stabil memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. Namun, sangat subjektif untuk menilai apakah suatu hubungan itu sehat atau tidak. Tidak ada hubungan yang sempurna. Namun satu hal yang pasti, hubungan yang sehat harus saling mengusahakannya.

Tanda dari hubungan sehat

Sangat mudah untuk menyalahkan hubungan untuk situasi yang kurang ideal, seperti pertengkaran yang sering terjadi, ketidakjujuran, dan sebagainya. Di sisi lain, membahas aspek-aspek yang berkontribusi pada hubungan yang baik tidak kalah pentingnya. Untuk memulainya, kenali beberapa tanda hubungan yang sehat, seperti:

Saling percaya

Tanpa kepercayaan, tidak mungkin membangun hubungan yang sehat. Kondisi ini erat kaitannya dengan pengalaman menjalani kontak sosial di awal kehidupan.

Komunikasi

Salah satu elemen terpenting dalam sebuah hubungan adalah komunikasi. Keterbukaan antara kedua belah pihak juga menjadi dasar untuk membangun kepercayaan. Ketika komunikasi lancar dan dua arah, semuanya menjadi lebih lancar. Seiring berjalannya waktu, komunikasi yang lancar ini akan membentuk hubungan yang sehat.

Jujur

Setiap orang memiliki tingkat keterbukaan dan keterbukaan diri yang berbeda-beda. Tanda hubungan yang sehat adalah Anda tidak perlu berubah untuk menunjukkan kepada pasangan Anda orang yang berbeda. Disinilah kejujuran dibutuhkan.

Ada batasan yang jelas

Bahkan jika Anda terbuka satu sama lain, itu tidak berarti semua orang dalam suatu hubungan harus memberi tahu Anda segalanya. Setiap orang berhak atas ruang dan privasinya sendiri. Hal-hal yang harus Anda bagikan dengan mudah, seperti harapan, ketakutan, atau emosi yang Anda rasakan.

Idealnya, hubungan yang sehat dapat memenuhi kebutuhan ini. Seiring waktu, kasih sayang akan mengembangkan ikatan. Namun ingat bahwa tidak ada aturan yang jelas tentang seberapa besar cinta yang harus Anda berikan kepada pasangan. Kuncinya adalah memiliki cukup.

Tentu saja, mewujudkan tanda-tanda hubungan yang sehat di atas tidaklah mudah. Bahkan, itu bisa sangat sulit. Namun dengan komitmen kedua belah pihak tentunya bisa terus berlanjut. Last but not least, akui ketika masalah muncul dan mulai mengganggu Anda. Jika masalahnya bersifat sementara, cobalah mencari solusi bersama.

Tanamkan Rasa Sayang Dengan Diri Sendiri Pada Anak


Kita harus mengajari diri kita sendiri sejak usia dini untuk mencintai diri kita sendiri. Mengapa? Penyebabnya tentu banyak, sehingga tidak bisa dirinci satu per satu. Intinya begitu rasa sayang sudah tumbuh, pikiran untuk peduli juga akan semakin kuat.

Penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa remaja yang sering terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan dan penyalahgunaan, seperti narkoba dan lain-lain, memiliki faktor yang berhubungan dengan cinta diri.

Mereka memiliki sedikit kasih sayang atau Anda bahkan bisa mengatakan bahwa mereka mengembangkan kebencian atau penolakan terhadap diri mereka sendiri. Masuk akal, tentu saja, bahwa jika seorang anak membenci atau menolaknya, mereka akan rentan terhadap bahaya. Oleh karena itu, kita harus menumbuhkan kesadaran diri sejak dini.

Bagaimana Anda mencintai diri sendiri dan bagaimana Anda mempelajarinya?

Sebenarnya ada dua cara untuk mencintai diri sendiri. Salah satunya adalah cara positif dan inilah yang kami lakukan. Sedangkan cara yang kedua adalah cara negatif, yaitu sifat-sifat bawaan (manusia) yang perlu dikurangi atau dilestarikan agar tidak berlebihan atau merusak seperti sifat mementingkan diri sendiri (egois), sombong, keras kepala, dan sebagainya.

Sekali lagi, yang perlu kita latih adalah cinta diri yang positif dan kita perlu fokus pada tujuan yang positif. Bentuknya antara lain memaafkan diri sendiri. Mungkin si kecil melakukan kesalahan yang tidak ingin dia lakukan dan membuatnya terus membencinya. Ketika itu terjadi, sudah saatnya kita belajar memaafkan diri sendiri. Tetapi tujuannya adalah untuk mengevaluasi ke arah yang lebih maju (evaluasi konstruktif). Maaf jangan lupa.

Bentuk lain dari mencintai diri sendiri adalah belajar menerima diri sendiri apa adanya, tetapi tujuannya adalah untuk bersyukur, yaitu mengembangkan kekuatan dan mengatasi kelemahan.

Jangan menganggapnya apa adanya, terutama untuk “gel”. Cara ini malah kurang mampu membantu orang untuk maju. Belajarlah untuk menerima diri Anda apa adanya, tetapi berusahalah untuk perbaikan dan peningkatan.
Memperkenalkan si kecil pada hidup sehat, mulai tidur, membaca, makan yang benar dan olahraga merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan agar anak terlatih untuk menjaga diri, baik jasmani maupun rohani. Semoga kita bisa menjalankannya.